Tuesday, 3 February 2009

My Inspiration

aku tahu ada sedikit ketidakmengertian di hatinya, saat melihat dua kata di atas..
kebanyakan orang juga mungkin tidak mengerti..
bahkan aku sedikit tidak mengerti..

kenapa dia..?

jauh sebelum aku benar-benar bisa menuliskannya..dan sadar bahwa bahwa itulah perannya..
saat perspektif kehidupanku hanya berada di sekitar mereka..
keluarga, prestasi dan materi..
saat kedekatanku tak pernah bisa membuatku bisa terbuka..
pada sahabat, bahkan pada orang-orang yang telah menemaniku sejak kanakku..
saat itu bayangnya telah menyelusup..
membuatku secara tak sadar menulis namanya dalam satu bait penyemangatku..
hanya untukku,.sebenarnya..
tapi aku ingin dia juga merasakan semangat ini..
hanya itu..
dan sampai sekarang pun aku ingin terus jadi api semangatnya..
mungkin tidak berkobar-kobar, tapi cukup menghangatkan dan menjaga saat datang kabut...

Friday, 17 October 2008

Yang Tak Pernah Padam

malam itu..
aku memang tak merindukannya..
memang tak kecewa dengan absennya..
aku bahkan tak bisa merasakan apapun tentangnya..

saat melihat yang lain bisa 'berkumpul' pun..
aku tak lagi menatap iri..

aku pikir ini karena benci..
yang membuatku tak lagi ingin peduli..

tapi saat tahu bahwa dia tak ingin memutuskan tali merah ini,,
aku sadar bahwa dia juga masih inginkan tawa kami..

tapi saat kembali tersadar akan tak adanya disini..
aku bingung apa aku masih bisa mengikat pita kuning untuknya..

benci..
rindu..
sayang..
kecewa..
bahagia..
tawa..
tangis..
luka..
suka..
juga duka..

mungkin sudah terlalu terlarut..
hingga aku tak tahu apa yang kurasa untuknya..

rasa yang tadi tersebut sudah tak jelas lagi kadarnya..
dan tak jelas lagi karakternya..

hanya satu yang jelas kurasa..
inspirasiku..
tak pernah padam..
ketika aku terus memikirkannya..

south,.
hanya seorang buronan yang tak pernah ingin kucari..
buronan di hatiku (mungkin di hati kami) yang entah apa masih peduli..
yang tak kan terucap kata maaf dariku sebelum dia berucap maaf pada kami..
yang membuatku tak ingin lagi pulang tahun depan..
karena pulang tanpa bertemu terlihat sia-sia bagiku..

Saturday, 11 October 2008

Biru (2)

saat yang ditunggu tak kunjung datang..tak memberi kabar dan mencari..
aku merasa bukan siapa-siapa..

saat yang menolong justru memberi batasan..memberi kata-kata manis yang menyakitkan..dan berkata "emang kamu siapa?" dan menjatuhkan yang kusayang..
aku jadi bukan siapa-siapa..

tapi..
saat yang tak punya ikatan darah menawarkan kebaikann dan ceria, dan berkata "..kamu adalah seseorang yang berarti.."..
aku jadi diam..

membiarkan bening yang bicara..karena hanya dia yang bergerak saat itu..
mencoba percaya..karena telah banyak kecewa yang muncul sebelum hari itu..

banyak syukurku..
tapi juga banyak resahku..

karena hatiku jadi semakin membiru karenanya..

karena rasa ini semakin tak terbendung..

Sunday, 28 September 2008

Pulang

Tidak seharu dua tahun yang lalu..saat melihat tulisan itu..
"Selamat Datang di Tegal Kota Bahari"
tapi aku tetap bahagia. Aku bahagia bisa kembali ke 'rumah', seandainya masih bisa kusebut demikian.
Mejasem, desa yang dulunya penuh dengan ceria kami, sudah banyak berubah. Tak ada lagi hijaunya hamparan padi. tak ada lagi yang dinanti di malam takbiran nanti. Mungkin hatiku akan menahan rindu yang kuat di malam itu, tapi semoga akal sehatku bisa menetralisir segala rasa, hingga tak ada lagi air mata untuknya. Tak ada lagi kekhawatiran lebaran tanpanya karena aku sudah telanjur biasa tanpanya.
Kalimat terakhirku terdengar seperti kebohongan, sebagai pertahanan. Yah, bisa jadi benar, bisa tidak, karena rasa untuknya sudah terlalu kompleks, sudah undefined. Yang jelas, aku tak mau lagi ditinggalkan, tak mau lagi ditelantarkan. karena aku tidak bersalah. Aku hanya ingin mengejar mimpiku. Demi siapa? Demi diriku sendiri tentunya. Demi keluargaku. Berarti demi dia juga, kan. Yah, kalau dia masih mennganggp kami keluarganya, bagian yang lekat dari hidupnya. Entahlah.
Di kota ini terlalu banyak ingatku tentangnya. Terlalu banyak kenangan yang telah terukir. Di tiap jengkal tanah 'rumah', di tiap kotak ubin 'rumah', di tiap lambaian daun2 di halaman.

Tahun depan, belum ada kepastian apakah aku 'kan kembali kesini. Setengah hati tak ingin kembali, tapi setengah lagi kuat beringin. Karena dari 'rumah' inilah semua ambisiku muncul, semua semangatku terkerah, dan semua cita2ku bermula.

South, aku terlalu rindu suaramu, dan dekapanmu, tapi aku tak kan lagi memaksa untuk bertemu. Seandainya kau memang anggap kami telah menjadi batu, atau kau hanya ingin menemui batu2 nisan kami, aku tak kan protes. Tapi satu hal, South, aku tak ingin melihatmu melukai hati Surga-ku lagi. Aku tak kan pernah menyambutmu hanya untuk melihatmu mengecewakan Surga-ku. Aku hanya ingin Surga-ku bahagia. Jika kau tak bisa, aku, bukan, kamilah yang akan melakukannya. Tanpamu.

Monday, 14 July 2008

Teman Ku Bernama Sepi

Sepi..ku..
Sendiri..
hanya berteman nada-nada rumah..
udara-udara senyap yang menyergapku..
dan perasaanku yang terus menerus berontak untuk pergi..

Sendiri..ku..
Menanti deru..
menanti gemeratak pagar..
Menanti alunan kehidupan lain..

Sendiri..ku..
tersentak debam kencang yang tak terasa asing..
bergegasku menyambut..
tapi hanya pagar sunyi yang ku lihat..
silau terpapar surya..
tak ada ricuh tuan-tuan kecil..
ataupun nyonya cepat lelah berseru salam..
apalagi kijang biru penuh debu itu..

Sendiri..ku..
menjaga harta-harta yang tidak kekal..
menjaga kepercayaan yang setipis kabut..
menjaga sangkar bersepuh yang keruh..

Sendiri..ku..

menahan perasaan-perasaan..
menahan bayangan-bayangan..
menahan segala rasa dan ingin..
menahan rencana-rencana dan agenda..
seperti sepi yang terus menahan ku disini..

_Masya Allah,ternyata begini membosankannya jaga rumah sendirian..

Saturday, 12 July 2008

Ni Hao

Ni men hao..?!
akhirnya..da kegiatan rutin juga di liburan yang gak bisa dibilang pendek ini..
meski cuma dua kali dalam seminggu..
rasanya cukup mampu mengobati bosan di jiwaku..

Yes..!!
Kelas mandarinku every Thursday and Friday on Stat Centre..!

aku cuma bisa bilang..
Aku senang..!!

Zaijian..

Monday, 30 June 2008

Heran

Heran deh..
Sudah berkali2 aku menempuh ujian, baik UTS maupun UAS, selalu saja ada kegaduhan. Dari yang kecil, sekadar bisik-bisik sampai yang terang2an diskusi. Hhh..apa ya, yang dipikirkan mereka?
Bukankah kita sudah cukup dewasa untuk tahu mana yang baik dan buruk?
Sudah terlalu dewasa untuk diingatkan akan benar dan salah?
Dan bukankah kita memiliki cukup iman untuk mencegah diri kita sendiri melakukan hal yang dengan sadar kita tahu bahwa 'itu' salah?

Aku bingung..
Ujian itu, sebenarnya untuk apa sih?
Katanya untuk mengukur kemampuan ya?
Terus jika si A berdiskusi dengan B, kemampuan siapa yang diukur jadinya?
Analogkan dengan Rancob,,jika A dan B saling berdiskusi, berarti ada interaksi antara mereka kan?
Padahal selama ini, dalam transkrip tidak ada nilai ataupun IP untuk interaksi kan?
Dan transkrip juga tidak menyertakan uji interaksi antara si A, B, dst jika ternyata bukan hanya A dan B yang berinteraksi.
Transkrip tidak punya kekuatan untuk itu..
Tapi seandainya hasil keduanya memang hasil dari interaksi mereka saaat ujian, jadi apa makna dari transkrip..??
IP = Indeks Prestasi..
Prestasi siapa yang diukur? katanya jika interaksi nyata pengaruh masing2 faktor tidak dapat diinterpretasi.. Jadi pengaruh A terhadap IP dirinya ataupun B terhadap dirinya juga tidak bisa diinterpretasi dunk..
Jadi transkrip mereka maknanya apa..??
cuma begini :
"Hitam di atas putih"


Heran..
Padahal kita semua punya kemampuan yang sama..
dianugerahi kecerdasan yang sama..
tapi kenapa mereka tidak mau percaya pada diri mereka sendiri..
yakin dan mantap dengan apa yang mereka tuangkan di kertas..
yakin pada jawaban sendiri meski belum tahu kebenarannya..
Yakin bahwa Allah pasti memberi yang terbaik..
Yakin bahwa Allah pasti menolong hamba2nya yang selalu mengingatnya dalam tiap langkah hidupnya..

Kalo berani bilang "IP tidak menjamin kesuksesan seseorang"
harusnya berani juga untuk bilang "Maaf, kita lagi ujian"
Berani untuk TIDAK MENCONTEK (include : diskusi, tanya dan mencocokan jawaban)

For myfriend yang sempet khilaf di UAS kemaren:
Be Honest..
coz Sepahit2nya Kejujuran lebih baik daripada Semanis2nya Kebohongan